XXX Chats

escorts dating personals

German dating ipb

Gambar-I PPL dan PPT Sebuah PPL dapat terdiri dari satu atau lebih jembatan penyeberangan menghubungkan dua sisi jalan-raya yang diseberangi para pejalan-kaki (pedestrian), sedangkan PPT adalah sejumlah jem-batan penyeberangan mengitari pertemuan sejumlah jalan-raya (roundabout). Yang disebut akhir ini tidak perlu bulat bagai lingkaran seperti yang diperlihatkan Gambar-Ib, tetapi boleh bentuk tertutup sebarang (loop) menurut keadaan lingkungan pertemuan jalan-jalan raya (motorway interchange) dikelilingi kota besar yang padat penduduknya Tanah-Air atau Mancanegara dibica-rakan.

Dengan meninggalkan “budaya lama” dan berhijrah ke “budaya baru”, para pejalan-kaki (pedestrian) dari segala generasi mulai normal hingga para di-sabel (disable) dimanapun akan dapat menyeberang jalan-raya kota-kota yang padat penduduk-nya dengan mudan dan selamat sampai diseberang sesuai SNI yang berlaku.

Dengan hijrah ke budaya baru, para pejalan-kaki (pedestrian) kota-kota besar yang padat penduduknya ketika menyeberang jalan-raya: pertama akan dinaikkan EP ke PPL atau bagian PPT tinggi sekitar ± 5 m diatas jalan-raya.

Dengan telah adanya PPL (SPC) dan PPT (IPC) di kota-kota besar yang padat penduduknya, baik Nusantara maupun Mancanegara, menyeberang jalan-raya di berbagai kota besar yang padat penduduknya, menyebarang jalan-raya “budaya lama” dibantu tangga perlu ditinggalkan untuk hijrah ke “budaya baru” dibantu sarana naik turun, disingkat “sanatu”, atau “elevator jalan-raya”.

Sanatu atau elevator jalan-raya dirancang khususn untuk para pejalan-kaki (pedestrian) yang menyeberang jalan-raya.

Menyeberang jalan-raya budaya lama dengan tangga perlu diakhiri di kota-kota yang padat penduduknya baik, Nusantara maupun Mancanegara oleh alasan sederhana, yakni: menyalahi “hak azasi ma-nusia” karena menyalahi ketentuan SNMJI.

Perlu dicatat jalan-raya sudah semakin dikuasai sa-rana angkutan bermotor bikinan manusia, sehingga untuk keselamatan jiwa para pejalan-kaki (pedestrian) harus mendapat perlindungan undang-undang yang telah diatur dalam SNMJI agar selamat sampai ke tujuan diseberang jalan-raya. No.6 Nanga Harahap, Ja Pahang, gelar Baginda Sialang (18..-19..) dengan istri…., gelar Ompu ni Tibanur, boru Regar dari Bunga Bondar, putri Sutan Baringin Siregar. “Ruang angkut” sanatu bekerja menganta para pejalan-kaki (pedestrian) dari permukaan jalan-raya menuju ketinggian PPL (SPC) atau bagian PPT (IPC), sebaliknya menurunkan para pejalan-kaki (pedestrian) dari sisi lain PPL (SPC) atau bagian PPT (IPC) kembali ke permukaan jalan-raya seberang. Ruang angkut ini selanjutnya diberi nama: Elevator Pejalan-kaki, disingkat EP, atau Pedestrian Elevator, disingkat PE. Sanatu atau Elevator Yang disebut dengan “sanatu” tidak lain dari “bilik-angkut” orang, atau ruang-angkut orang, dan lebih populer dengan sebutan “elevator”. Dengan elevator para pejalan-kaki (pedestrian) dinaikkan dari muka jalan-raya ke satu sisi PPL (SPC) ketinggian sekitar ± 5 meter, kemudian menurunkan para pejalan-kaki (pedestrian) dari sisi lain PPL (SPC) kembali ke muka jalan-raya diseberangi. Semakin luas lantai ini, semakin baanyak orang yang dapat diangkut bilik atau kabin elevator. Dalam merancang EP perlu di-tetapkan “standard daya angkut” bilik atau kabin EP (PE), seperti: 5 orang, 10 orang, 15 orang, 20 orang, 25 orang, 30 orang, dan lainnya. Gambar IIa memperlihatkan “topang luar” (external support) berupa sangkar, sementara Gambar IIb memperlihatkan “topang tengah” (central support) berupa tonggak. No.4 Heber Harahap, Sintua Heber, gelar Baginda Maujalo (18..-19..) dengan istri…., gelar Ompu ni Kondar, boru Regar dari Bunga Bondar, iboto dari Ompu Raja Oloan Siregar. Adapun teknologi digunakan untuk menaikkan atau menurunkan bilik (kabin) elevator sangat sederhana, yaitu: 1. Rack-Pinion dengan Bevel Gear dan Worm Gear, dijalankan motor induksi rem (brake induc-tion motor). Sanatu atau elevator juga menaikkan para pejalan-kaki (pedestrian) dari muka jalan-raya ke satu sisi PPT (IPC), sebaliknya menurunkan para pejalan-kaki (pedestrian) dari sisi lain PPT (IPC) kembali ke muka jalan-raya. Gambar-II memperlihatkan sebuah sanatu terdiri dari satu kabin yang bergerak naik atau turun dan penyangga yang dibutuhkan. Erjep Harahap, menikah dengan Sutan Mangalai, marga Siregar dari Situmbaga, Padang Sidempuan Barat.

Comments German dating ipb